menu
Menu
Gratis & Akurat

Kalkulator Gaji Bersih Indonesia 2026

Hitung take-home pay kamu setelah potongan PPh 21 (TER), BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan. Sesuai regulasi terbaru PP 58/2023.

Cara Menghitung Gaji Bersih Setelah Pajak

Kalkulator ini menghitung gaji bersih (take-home pay) yang kamu terima setiap bulan setelah dipotong pajak penghasilan (PPh 21) dan iuran BPJS. Perhitungan menggunakan metode TER (Tarif Efektif Rata-rata) sesuai PP 58 Tahun 2023 yang berlaku sejak Januari 2024.

  • PPh 21 — Dihitung otomatis berdasarkan status PTKP dan gaji bruto
  • BPJS Kesehatan — 1% dari gaji (max basis Rp 12 juta)
  • BPJS JHT — 2% dari gaji (ditabung untuk hari tua)
  • BPJS JP — 1% dari gaji (max basis Rp 10.042.300)

Data Penghasilan

Gaji Bersih (Take-Home Pay) / Bulan
Rp 0
0% dari gaji bruto dibawa pulang

Rincian Potongan

Gaji Bruto -
BPJS Kesehatan (1%) -
BPJS JHT (2%) -
BPJS JP (1%) -
PPh 21 — TER -
Total Potongan -
Metode TER (PP 58/2023) — Perhitungan PPh 21 menggunakan Tarif Efektif Rata-rata yang berlaku sejak Januari 2024. Hasil ini adalah estimasi potongan bulanan. Pajak aktual dapat sedikit berbeda tergantung kebijakan perusahaan dan komponen tunjangan spesifik.

Pertanyaan Umum

Bagaimana cara menghitung gaji bersih?
Gaji bersih (take-home pay) dihitung dari gaji bruto dikurangi potongan-potongan wajib, yaitu: PPh 21, BPJS Kesehatan (1% ditanggung karyawan), BPJS JHT (2% karyawan), dan BPJS JP (1% karyawan). Rumusnya: Gaji Bersih = Gaji Bruto − PPh 21 − BPJS Kesehatan − BPJS JHT − BPJS JP.
Apa itu TER (Tarif Efektif Rata-rata) PPh 21?
TER adalah metode perhitungan PPh 21 baru yang berlaku sejak Januari 2024 berdasarkan PP 58/2023. Dengan TER, pemotongan pajak bulanan dihitung langsung dari persentase tertentu dikalikan penghasilan bruto, tanpa perlu menghitung PKP terlebih dahulu. TER dibagi 3 kategori (A, B, C) berdasarkan status PTKP.
Apakah gaji Rp 5 juta kena pajak?
Untuk status TK/0 (lajang tanpa tanggungan), penghasilan bruto bulanan di bawah Rp 5.400.000 dikenakan tarif TER 0%, artinya tidak ada potongan PPh 21. Namun, potongan BPJS tetap berlaku. Untuk status dengan PTKP lebih tinggi (misal K/0), batas bebas pajak bisa lebih tinggi lagi.
Apa beda BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan?
BPJS Kesehatan menjamin layanan kesehatan (rawat inap, rawat jalan, obat). Iuran karyawan 1% dari gaji (max basis Rp 12 juta). BPJS Ketenagakerjaan mencakup JHT (Jaminan Hari Tua) sebesar 2% dan JP (Jaminan Pensiun) sebesar 1% — keduanya bisa dicairkan saat pensiun atau berhenti bekerja. JKK dan JKM ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.
Berapa persen gaji yang dipotong pajak dan BPJS?
Total potongan karyawan bervariasi tergantung besaran gaji. Untuk BPJS saja, totalnya sekitar 4% (1% Kesehatan + 2% JHT + 1% JP). Ditambah PPh 21 yang bervariasi 0%–34% tergantung penghasilan. Secara umum, karyawan dengan gaji Rp 5–10 juta biasanya membawa pulang sekitar 93–96% dari gaji brutonya.
Apa itu PTKP dan bagaimana pengaruhnya?
PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) adalah batas penghasilan yang tidak dikenai pajak. Semakin tinggi PTKP, semakin kecil pajak yang dibayar. Status TK/0 (lajang) memiliki PTKP Rp 54 juta/tahun, sedangkan K/3 (menikah, 3 tanggungan) memiliki PTKP Rp 72 juta/tahun. Dengan TER, status PTKP menentukan kategori tarif yang digunakan (A, B, atau C).